Seri 3 : Tentang Hati Dalam Kaitannya Dengan Ilmu

(Ringkasan pengajian Mukhtasor Ihya oleh : KHM. Basori Alwi, pengasuh PIQ Malang)


Ketahuilah bahwa hati mempunyai dua pintu, satu pintu tembus ke alam panca indra yang tampak di sekitar kita. Dan satu pintu tembus ke alam ghaib (tidak tampak). Hal ini diketahui kebenarannya jika kita memikirkan (merenungkan) mengenai fenomena tidur. Jika kita tidur, maka kita akan melihat di dalam tidur sebagian keajaiban-keajaiban, akan tampak keghaiban (seperti siksa kubur), terlihat masa lampau (seperti mimpi bertemu dengan orang tua kita yang telah wafat), melihat apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang, dan (yang terjadi) ketika terjaga. Pintu ini terbuka hanya bagi para nabi dan wali Allah. Yaitu orang yang mensucikan hatinya dari selain Allah dan menghadap kepadaNya dengan totalitas. Inilah yang diisyarahkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya :

“Telah menanglah orang-orang yang menyendiri (dalam mengingat Allah)”. Lalu ditanyakan : “Siapa mereka wahai Rasulullah?” Beliau menjawab : “Mereka adalah orang-orang yang bersungguh-sungguh dengan dzikir kepada Allah. Dan dzikirnya menghilangkan dosa-dosa mereka, lantas mereka datang pada hari kiamat dalam keadaan ringan (artinya tidak membawa tanggung jawab dan beban dosa)”. Kemudian Rasul bersabda (dalam hadits qudsi) mengenai sifat mereka : “Aku (Allah) menghadap kepada mereka dengan keridloanKu. Tidakkah kamu melihat bahwa orang yang Aku hadapi dengan keridloanKu itu mengetahui salah satu apa yang akan Aku berikan kepadanya?”. Lalu Allah berfirman : “Pertama apa yang akan Aku berikan pada mereka adalah Aku masukkan dari cahaya (Dzat)Ku dalam hati mereka, maka mereka mengabari kepada orang lain tentangKu sebagaimana Aku mengabari tentang mereka”.

Dari hadits qudsi di atas dapat diketahui bagaimana seseorang yang telah menyatu hatinya dengan Allah dapat mengetahui hal-hal ghaib yang pada umumnya tidak semua orang dapat mengetahuinya. Penyatuan hati dengan Allah ini didapat dengan dzikir (mengingat) kepada Allah dengan sungguh-sungguh. Dengan demikian tempat masuknya ini semua (pengetahuan alam ghaib) adalah pintu (batin) yang masuk dari hati yang tembus ke alam ghaib yaitu alam ketuhanan. Sekai lagi, orang-orang yang dianugerahi kemampuan ini (baca : mengetahui alam ghaib) adalah para nabi dan wali Allah. Allahummaj’alnaa minhum….amiin….(elma)