Rasulullah SAW bersabda : “Khudzuul hikmah min haitsu wajadtumuuhaa” (Ambillah hikmah dari manapun kalian temui)

Kemarin, waktu mutholaah kitab Syarah Al Yaquud An Nafiis tentang bab Warisan, saya menemukan satu pelajaran yang mungkin perlu kita renungkan bersama. Pelajaran berharga ini dibalut dalam satu kisah dialog antara seorang ayah dan anaknya. Tentunya di dalam kisah ini mengandung faedah dan hikmah bagi kita semua. Demikian cuplikannya!

Alkisah, ada seorang kaya raya. Tetapi anehnya, dia hanya memiliki dari segala sesuatu serba satu!. Mobil satu, sepeda motor satu, rumah satu, sawah satu.

Suatu hari, anaknya bertanya, “Wahai ayah, kenapa ayah cuma memiliki barang-barang serba satu, padahal ayah mampu untuk menambahnya?”. Kemudian ayahnya menjawab “Sebelum aku menjawab, aku mau bertanya pada kamu nak!. Apakah aku punya satu badan atau dua badan? Bisakah aku menaiki dua mobil di waktu yang sama? Bisakah aku tinggal di dua rumah dalam waktu yang sama?”.

“Tidak mungkin ayah. Karena ayah cuma punya satu badan. Dan tidak akan bisa badan itu ada kecuali di satu tempat”, jawab anaknya.

Ayahnya menjawab “Oleh sebab itu, cukuplah bagiku dari segala sesuatu hanya satu. Sedangkan sisa hartaku aku gunakan untuk (kebutuhan) menuntu ilmu dan mengajar

Apa yang bisa kita ambil dari kisah di atas?

Fa’tabiruu yaa ulil abshar…..Fa,tabiruu yaa ulil albaab…

Afalaa tatadzakkaruun?