Ramadan-wall-paperAlhamdulillah puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat dan anugerah yang besar, yaitu umur dan kesempatan. Sehingga kita dapat berjumpa dengan bulan mulia yang penuh berkah, yaitu Ramadan. Bulan Ramadan merupakan bulan dambaan setiap manusia. Bahkan Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita sebuah doa khusus terkait bulan Ramadan. “Allahumma bariklana fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadana” (Ya Allah, berikah keberkahan bagi kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikan kami ke bulan Ramadan).

 

Kenapa Ramadan disebut sebagai bulan penuh berkah? Bulan mulia? Jawaban untuk pertanyaan ini sangat penting bagi kita supaya kita lebih semangat dan giat di dalam menjalani hari-hari di bulan Ramadan. Ibadah demi ibadah kita jalani dengan semangat.

Kemulian Ramadan selain karena diturunkannya Alquran dan adanya lailatul qadar, Ramadan pada dasarnya merupakan anugerah yang Allah khususkan bagi umat Islam, umat Rasulullah. Sebab Allah tidak memberikan anugerah ini kepada umat terdahulu. Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh imam Baihaqi dari sahabat Jabir bin Abdullah. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Aku (Rasul) telah memberikan untuk umatku lima perkata yang tidak pernah diberikan oleh seorang nabipun sebelumku. Pertama, bahwa pada malam pertama bulan Ramadan Allah akan melihat umat Rasulullah (orang-orang yang berpuasa). Dan barang siapa yang dilihat Allah, dia tidak akan disiksa selamanya. Kedua, bahwa bau mulut orang puasa lebih harum di sisi Allah dari pada harumnya minyak wangi (al-Misk). Ketiga, bahwa para malaikat memohonkan ampunan untuk orang-orang yang puasa setiap hari setiap malam. Keempat, Allah memerintahkan surga-Nya seraya berfirman: “Wahai surga, bersiap-siaplah dan berhias dirilah kamu untuk hamba-hamba-Ku (orang yang puasa, red.) yang hamper beristirahat dari kepayahan dunia menuju rumah-Ku (akhirat) dan kemurahn-Ku”. Kelima, bahwa pada malam terakhir Ramadan, Allah akan mengampuni dosa-dosa orang yang puasa. Seseorang bertanya, apakah malam itu lailatul qodar? Rasulullah menjawab, bukan!. Tidakkah kamu melimat kepada para pekerja yang sedang bekerja, jika mereka selesai dari pekerjaannya, mereka diberi upah”.

Di dalam kitab Dzikroyat wa Munasabat karangan Abuya Muhammd bin Alwi Almaliki terdapat penjelasan tentang hadis di atas. Pertama, penglihatan Allah kepada orang yang puasa di malam pertama Ramadan adalah penglihatan yang penuh ‘inayah dan rahmat, sehingga orang tersebut tidak akan disiksa selamanya.

Kedua, yang dimaksud bau mulut orang puasa lebih harum dari minyak wangi adalah bukan bau mulut secara dhohir (artinya bau yang bisa dirasa indra perasa), melainkan secara makna. Artinya bahwasanya nanti di akhirat Allah akan memberi pahala bagi orang yang puasa, sehingga mereka mempunyai bau yang lebih harum dari minyak wangi. Dari hadis ini, madzhab Syafi’i mengambil hukum bahwa makruh bagi orang yang puasa bersiwak setelah Dhuhur sampai Maghrib. Sebab siwak dapat menghilangkan bau mulut. Bersikat gigi bisa disamakan dengan siwak, sebab mempunyai kriteria yang sama, yaitu kasar dan bisa menghilangkan bau dan kuningnya gigi (lihat kitab Fathul Qorib bab Siwak).

Ketiga, para malaikat memohonkan ampunan untuk orang-orang mukmin. Allah berfirman yang artinya :

(Malaikat-malaikat) yang memikul ´Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala. Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga ´Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar”. (QS: Al-Mu’min: 7-9)

Keempat, Disiapkannya surga dan dihias selama bulan Ramadan khusus untuk menyambut orang-orang yang puasa.

Kelima, ampunan Allah bagi orang yang puasa di malam terakhir Ramadan. Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Sesungguhnya malam ‘idul Fitri disebut malam pembalasan”. Dinamakan pembalasan sebab Allah memberikan kepada orang yang puasa hidangan hari raya berupa ampunan dan keridloan Allah. Termasuk ampunan Allah adalah diselamatkannya manusia dari neraka pada setiap berbuka. Ini sesuai dengan hadis riwayat imam Ahmad dan Tabrani serta Baihaqi dari Abi Umamah, Rasulullah SAW bersabda “Allah memiliki orang-orang yang diselamatkan (dari neraka) pada setiap berbuka”.

Di bulan Ramadan ini juga, doa orang yang puasa mustajab (tidak terhalagi) sesuai dengan hadis yang artinya “Tiga orang yang doanya tidak ditolak, orang yang puasa sampai berbuka, pemimpin yang adil, dan orang yang didholimi…”. Semoga kita diberi kesehatan dan kekuatan sehingga dapat menjalani Ramadan ini dengan penuh amal soleh. Amin..(3 Ramadan 1435 H)