1384921682172093486_300x466.16084977238Manusia dikenal sevagai homo festivus, yaitu makhluk yang menyukai perayaan, pesta, peringatan dan sebagainya. Oleh sebab itu, sejak zaman dahulu hingga saat ini, kita mendapati di berbagai belahan bumi, manusia melakukan ritual-ritual, pesta-pesta, perayaan-perayaan, peringatan-peringatan dan sebagainya.

Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW menimbulkan dua respon umat Islam yang berseberangan, ada yang pro dan ada yang kontra. Masing-masing kubu memiliki landasan al-Quran maupun Hadits yang mendukung opini yang dipegangi.

Melalui karya yang sudah diterjemahkan, Hadlratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari mendukung pendapat yang membolehkan -bahkan menyunahakan- peringatan maulid Nabi SAW, akan tetapi beliau memberikan catatan-catatan kritis terhadap kegiatan peringatan maulid Nabi SAW yang ketika itu disusupi oleh hal-hal yang tidak selaras dengan syari’at Islam, seperti memainkan alat musik, berjoget, dan kemungkaran-kemungkaran lainnya.

Dengan membaca karya ini adalah agar kita bertambah yakin bahwa peringatan maulid ada landasannya, dan juga agar kita tidak keluar dari jalur syari’at ketika memperingatinya.

————————————————————————————————————-

Judul Buku : Koreksi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, terjemah kitab Tanbihat al-Wajibat li Man Yashna’ al-Maulid bi al-Munkarat | Penulis : Hadlratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari | Penerjemah : Dr. Rosidin, M.Pd.I | Penerbit : Bayumedia Publishing Malang | ISBN : 978-602-284-022-0 | Cetakan : Pertama, September 2013 | Jumlah Halaman : vi + 63 halaman | Harga : 15.000,- | Hubungi : Ulil Abshar (081 803 803 960)